ini surat cinta ku tulis, menjelang detik - detik Muktamar FKDF November 2013
Bismillahirrohmaanirrohiim….
Aku Mencintaimu
Aku mencintaimu
Seperti angin yang lirih
Mengecup batang-batang bambu
Seperti lilin yang menjilat-jilat gelap
Seperti kokok pada tiap pagi buta
Seperti
batang karet memeluk getah
Selalu terjaga
Bersetia
Bersahaja
Senantiasa
(Eep Saefulloh Fatah)
Assalamualaikum
Emaaaaaaaaaak, penggemarku….(he he he)
Puisi
about cinta di samping adalah kalimat pembuka yang emang sengaja disisipin di
lembaran kertas ini, adalah kalimat yang menjelaskan bahwa surat ini emang asli
dari sii merah yang keren :p
Ok,
ke topic utama, it’s about you Emaak Maulia tercinta….
So
sure, untaian kata-kata di kertas ini ga akan mewakili semua yang iki rasakan ke
Maulia, soalnya kenangan bersamamu terlalu banyak kalau hanya disingkap oleh
kata-kata dalam surat ini, how do we call it? A testimony!
M
A U L I A
Sosok
itu, aku mengenalnya 4 tahun lalu. Dimana kita dipertemukan dalam satu rumah
kos – kosan di Sukawening. Kemudian ketika lama tak bersua, Allah pertemukan
lagi kita dalam satu amanah di dalam sebuah Lembaga Dakwah Kampus. Sosoknya
masih seperti dulu, Akhwat yang Baik hati, Super duper phlegmatis, super bisa
menyembunyikan masalah dan Tangguh (hehehe)
Tanpa dia sadari, sebenarnya dia telah menjadi
sosok penguat bagiku, di antara sahabat-sahabatku di FKDF, bisa jadi she is
the best i ever have. Maulia selalu berusaha berpikir positif, itu hal yang
paling aku suka darinya. Itu sebabnya aku tak pernah malu atau enggan ketika
ingin bercurhat ria padanya, dari mulai membicarakan
amanah, kondisi dakwah, pembicaraan yang menurutnya “mungkin” gak penting sampai
permasalahan errornya daku, dari mulai di curhat kelakuan ikhwan - akhwat yang nyebelin, luapan kesekretariatan atau hal
– hal kecil lainnya. Maulia selalu tahu hal konyol yang aku rasakan, gimana
mau ga tahu, aku kan ga pernah tahan untuk ga
cerita. Ah emaaak, mungkin suatu saat nanti aku akan bercerita tentang jatuh
cinta yang sebenarnya, ketika memang sudah pada saatnya, ya pada saat yang
paling tepat, dan dengan orang yang paling tepat, orang yang memiliki kesabaran
luar biasa, karena hanya orang yang memiliki kesabaran luar biasalah yang bisa
menghadapi dan mengimbangi kenarcisanku, kemanjaanku, kehebohanku, dan
kecerdasanku (he he he, glek jangan keselek ya neng).
Maulia…, sungguh, mungkin bila tak ada beliau,
aku tak akan betah dengan segala rutinitas di FKDF dengan segala tugas
kesekretariatan dan kampus dari mulai akademis sampai amanah. Meski tentu saja
ada yang berbeda dari kami, tapi satu hal lagi yang aku suka darinya, Maulia
tidak mempermasalahkan beda itu, begitu pun aku, karena toh aku berpikir,
terkadang yang sama belum tentu bisa memberikan kenyamanan. Bagiku, perbedaan
adalah keniscayaan yang harus kita hadapi dalam menjalani kehidupan ini, yang terpenting
adalah bagaimana kita menghargai adanya beda itu. Aku mencintaimu emakku
sayang. Ya,
aku akan sangat merindukanmu suatu hari nanti. Dan aku sempat merasa khawatir
tidak menemukan sosok pemberi energi positif sepertimu lagi mak, calon ummi
dari calon ponakanku. Sungguh, semanja apapun aku tidak mudah untuk
menghapuskan kekakuannmu. Because You are
so special ukhti, that’s why i will never forget you.
Sematkan aku di hatimu ya. Semoga
Allah memperkenankan kita untuk reunian
di surga-Nya. Amin....
”Hiduplah sebagai seorang sahabat yang
terbaik bagi segenap temanmu. Jadikanlah nama-mu sebagai perlambang bantuan
bagi orang-orang yang tertindas. Dan, jadikanlah diri-mu sebagai pohon hijau
nan rindang bagi istirahatnya orang-orang yang lelah dan kepanasan”
| Rizky - Maulia |
Penuh Cinta,
Rizky Laela Nurliza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar