Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam – diam hanya
bisa mendoakan.
Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap,
pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga
makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang jatuh cinta diam – diam pada akhirnya menerima.
Orang yang jatuh cinta diam – diam paham bahwa kenyataan
terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.
Terkadang apa yang kita
inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang
kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa, seperti
yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.
Karena
dalam diamku menyimpan kekuatan harapan hingga mungkin saja Allah akan membuat
harapan itu menjadi nyata. Bukankah Allah tidak pernah memutuskan harapan hamba
yang berharap pada-Nya?
Dan
jika memang “cinta dalam diamku” itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara
di dunia nyata, biarkan ia tetap diam.
Jika
dia bukan milikku, toh Allah melalui waktu akan menghapus “cinta dalam diamku”
itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.
Biarlah
“cinta dalam diamku” itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatiku menjadi
rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hatiku..
| foto dari google |
Ruang Rindu, 07 Juni 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar