Rabu, 04 Juni 2014

Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer *Epidose 4

Tetiba dipelataran, sejenak ku tengadahkan wajah ini, menyapu semua keindahan yang telah Kau suguhkan. Namun kembali hati ini tertunduk lembut, hanya dengan kuasa-Mu yang dapat mengendalikan gunung yang menjulang tinggi ini. Aku mah apa atuh, hanya batu kerikil kecil jika dibandingkan dengan batu Maha besar dihadapanku, yang hanya mengharap cintaMu dan tunduk atas segala perintahMu. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Papandayan - Garut 2.662 MDPL
 
Mungkin aku terlalu berlebihan, ah..tidak! Nikmat Allah itu sangat besar tinggal bagaimana cara kita untuk mensyukurinya. Orang – orang yang datang silih berganti, ke tempat ini sudah pasti ingin menikmati alam dan alam akan mengajarkan dan memberikan banyak hikmah yang tercecer. Dan kita, kita yang harus mencari tahu bagaimana mengumpulkan hikmah tercecer yang Allah sebarkan seluruh jagat raya ini.
Bagaimana alam melembutkan egomu, bagaimana alam membuatmu bersyukur atas semua ciptaan Tuhan yang Maha Dahsyat, bagaimana alam menautkan hati–hati kalian, bagaimana alam mengajarkanmu akan ikhlas berbagi dan kesetiaan, bagaimana alam mengujimu atas keistiqomahan, dan bagaimana..bagaimana lainnya. Apakah kalian akan semakin mencintai yang telah menciptakan seluruh alam beserta isinya atau tidak? “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...