Tetiba dipelataran, sejenak ku tengadahkan wajah ini, menyapu semua
keindahan yang telah Kau suguhkan. Namun kembali hati ini tertunduk lembut,
hanya dengan kuasa-Mu yang dapat mengendalikan gunung yang menjulang tinggi ini.
Aku mah apa atuh, hanya batu kerikil kecil jika dibandingkan dengan batu Maha
besar dihadapanku, yang hanya mengharap cintaMu dan tunduk atas segala
perintahMu. “Maka nikmat Tuhanmu yang
manakah yang kamu dustakan?”
| Papandayan - Garut 2.662 MDPL |
Mungkin
aku terlalu berlebihan, ah..tidak! Nikmat Allah itu sangat besar tinggal
bagaimana cara kita untuk mensyukurinya. Orang – orang yang datang silih
berganti, ke tempat ini sudah pasti ingin menikmati alam dan alam akan
mengajarkan dan memberikan banyak hikmah yang tercecer. Dan kita, kita yang
harus mencari tahu bagaimana mengumpulkan hikmah tercecer yang Allah sebarkan
seluruh jagat raya ini.
Bagaimana
alam melembutkan egomu, bagaimana alam membuatmu bersyukur atas semua ciptaan
Tuhan yang Maha Dahsyat, bagaimana alam menautkan hati–hati kalian, bagaimana
alam mengajarkanmu akan ikhlas berbagi dan kesetiaan, bagaimana alam mengujimu
atas keistiqomahan, dan bagaimana..bagaimana lainnya. Apakah kalian akan
semakin mencintai yang telah menciptakan seluruh alam beserta isinya atau
tidak? “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar