Rabu, 04 Juni 2014

Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer *Episode 1


Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer
(dalam Perjalanan Pergi dan Pulang Puncak Papandayan 2.662 Mdpl)


Bismillahirrohmanirrohim...
Syukurku atas semua nikmat yang telah Allah berikan padaku, lewat alam nan indah dan penuh makna.

Terminal Guntur, Garut
Hari itu Sabtu 03 Mei 2014 kita akan melakukan pendakian kembali, perjalanan kali ini adalah Gunung Papandayan Garut. Kita ketemu hari jumat di Kp. Rambutan Jakarta jam9 malam, sedangkan yang berangkat dari Jatinangor sabtu pagi jam4. Awalnya kita berangkat ber-5 dari Jatinangor, namun 3orang dari mereka membatalkan karena berbagai alasan. Kak Dhio memutuskan untuk tidak berangkat karena sakit, hanya akan mengantar logistik yang kita sewa saja. Sesuai yang telah dipetuahkan, aku dan Desi harus sampai di Masjid Cileunyi jam4 pagi, yang nanti akan dijemput sama Bang Adhi, yang ternyata Bang Adhi berdua dengan Bang Junior, haha..lucu yaaa~ Bang Junior ini katanya baru gabung diajak Kak Dhio tapi bocahnya malah gak jadi ikut *anda belum beruntung, gosok lagi ya bang :D
Nunggu Kak Dhio dateng, kita sarapan dulu di warteg samping Masjid. Mengumpulkan stamina dan semangat untuk memulai pendakian. *tik..tok..tik..tok* jam sudah menunjukkan hampir jam6 pagi, tapi yang ditunggu belum terlihat bayangannya. Yaaaa... aku paling tidak suka menunggu, tapi bukan dalam menunggunya tapi ke-tidak pastian yang ditunggu. Barulah sekitar jam7 pagi sosok itu datang, *taraaaaaa....yang bawa logistik muncul dengan memasang muka menyedihkan dan menggigil, batal deh acara ngacak – ngacak dia. Hehehe~
Mulai lah perjalanan kita, tapi tetep sabarnya masih diuji. Bus yang akan membawa kita menuju terminal guntur Garut tidak ada, walhasil kita memutuskan untuk naik elp.. elppppp me, mobil nya goyang – goyang diiringi lagu dangdut, masih pagi broooh -.-\  Tapi semuanya terbayar lunas tuntas, ketika turun dari mobil senyum mereka yang ku lihat.
Ternyata kali ini lebih rame daripada rombongan ke manglayang, *salim dulu ah*

Karena rombongan kita berjumlah 20 orang, akhirnya kita nyarter 2 mobil, untuk menuju gerbang masuk Papandayan kita harus naik pickup. Dengan negosiasi alot yang dilakukan Mbak Mimi, Bang Yani dan Bang Odhoy jadilah kita nyarter pickup dengan harga Rp. 200.000 atau Rp. 20.000/ orang.

*Next



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...