Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juni 2014

Surat Cinta Untuk (M A U L I A)


ini surat cinta ku tulis, menjelang detik - detik Muktamar FKDF November 2013

Bismillahirrohmaanirrohiim….
Aku Mencintaimu
Aku mencintaimu
Seperti angin yang lirih
Mengecup batang-batang bambu
Seperti lilin yang menjilat-jilat gelap
Seperti kokok pada tiap pagi buta
Seperti  batang karet memeluk getah
Selalu terjaga
Bersetia
Bersahaja
Senantiasa 
(Eep Saefulloh Fatah)
 
Assalamualaikum Emaaaaaaaaaak, penggemarku….(he he he)
Puisi about cinta di samping adalah kalimat pembuka yang emang sengaja disisipin di lembaran kertas ini, adalah kalimat yang menjelaskan bahwa surat ini emang asli dari sii merah yang keren :p
Ok, ke topic utama, it’s about you Emaak Maulia tercinta….
So sure, untaian kata-kata di kertas ini ga akan mewakili semua yang iki rasakan ke Maulia, soalnya kenangan bersamamu terlalu banyak kalau hanya disingkap oleh kata-kata dalam surat ini, how do we call it? A testimony!


M A U L I A
Sosok itu, aku mengenalnya 4 tahun lalu. Dimana kita dipertemukan dalam satu rumah kos – kosan di Sukawening. Kemudian ketika lama tak bersua, Allah pertemukan lagi kita dalam satu amanah di dalam sebuah Lembaga Dakwah Kampus. Sosoknya masih seperti dulu, Akhwat yang Baik hati, Super duper phlegmatis, super bisa menyembunyikan masalah dan Tangguh (hehehe)

Tanpa dia sadari, sebenarnya dia telah menjadi sosok penguat bagiku, di antara sahabat-sahabatku di FKDF, bisa jadi she is the best i ever have. Maulia selalu berusaha berpikir positif, itu hal yang paling aku suka darinya. Itu sebabnya aku tak pernah malu atau enggan ketika ingin bercurhat ria padanya, dari mulai membicarakan amanah, kondisi dakwah, pembicaraan yang menurutnya “mungkin” gak penting sampai permasalahan errornya daku, dari mulai di curhat kelakuan ikhwan - akhwat  yang nyebelin, luapan kesekretariatan atau hal – hal kecil lainnya. Maulia selalu tahu hal konyol yang aku rasakan, gimana mau ga tahu, aku kan ga pernah tahan untuk ga cerita. Ah emaaak, mungkin suatu saat nanti aku akan bercerita tentang jatuh cinta yang sebenarnya, ketika memang sudah pada saatnya, ya pada saat yang paling tepat, dan dengan orang yang paling tepat, orang yang memiliki kesabaran luar biasa, karena hanya orang yang memiliki kesabaran luar biasalah yang bisa menghadapi dan mengimbangi kenarcisanku, kemanjaanku, kehebohanku, dan kecerdasanku (he he he, glek jangan keselek ya neng).

Maulia…, sungguh, mungkin bila tak ada beliau, aku tak akan betah dengan segala rutinitas di FKDF dengan segala tugas kesekretariatan dan kampus dari mulai akademis sampai amanah. Meski tentu saja ada yang berbeda dari kami, tapi satu hal lagi yang aku suka darinya, Maulia tidak mempermasalahkan beda itu, begitu pun aku, karena toh aku berpikir, terkadang yang sama belum tentu bisa memberikan kenyamanan. Bagiku, perbedaan adalah keniscayaan yang harus kita hadapi dalam menjalani kehidupan ini, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai adanya beda itu. Aku mencintaimu emakku sayang. Ya, aku akan sangat merindukanmu suatu hari nanti. Dan aku sempat merasa khawatir tidak menemukan sosok pemberi energi positif sepertimu lagi mak, calon ummi dari calon ponakanku. Sungguh, semanja apapun aku tidak mudah untuk menghapuskan kekakuannmu.  Because You are so special ukhti, that’s why i will never forget you.

            Sematkan aku di hatimu ya. Semoga Allah memperkenankan kita untuk  reunian di surga-Nya. Amin....
”Hiduplah sebagai seorang sahabat yang terbaik bagi segenap temanmu. Jadikanlah nama-mu sebagai perlambang bantuan bagi orang-orang yang tertindas. Dan, jadikanlah diri-mu sebagai pohon hijau nan rindang bagi istirahatnya orang-orang yang lelah dan kepanasan”
Rizky - Maulia
(Sayyid Muhammad Wakil) 
Penuh Cinta, Rizky Laela Nurliza

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...