Tampilkan postingan dengan label Ketenangan di ketinggian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketenangan di ketinggian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Ekspedisi Gunung Bongkok 1.700 MDPL


Bismillahirrohmanirrohim~
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”


Gunung Bongkok, Gunungnya Sejuta Batu


“Ikii ikut ke Gunung Bongkok gak tgl 4 Januari?” Pesan WhatsApp dari salah satu teman hiking. Akhirnya niat untuk menapak gunung kembali terkabul, kini giliran berekspedisi ke Gunung Bongkok Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Sabtu (3/01), jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, bergegas aku menaikkan carrier kemotor dan berangkat menuju Purwakarta. Sebenarnya sudah cukup lama penasaran sama gunung ini, terlihat gagah menantang dari kejauhan. Sesampainya, motorku dititipkan dipenitipan diparcom (parapatan combro) dan aku melanjutkan perjalanan bersama rombongan dari Ciganea Purwakarta menuju Plered dengan angkutan umum (tarifnya Rp. 8.000).

Sekitar pukul 13.00 kami tiba di Masjid Agung Plered untuk menunaikan sholat dzuhur dan repacking. Kami mencarter 2 mobil kijang (Rp. 10.000/orang) menuju Desa Cikandang Plered - Purwakarta.

Tak lama, sekitar pukul 14.30 kami sampai di Desa Cikandang, gerbang masuk menuju Gunung Bongkok :D
Di Desa Cikandang, Plered - Purwakarta

Setelah istirahat dan sholat asar, kami melanjutkan perjalanan.

Full team, siap bergerak!

Tu..wa..ga..pat, kami siap berangkat...
Tu..wa..ga..pat, kami anak - anak kuat...
Tu..wa..ga..pat, karna kami minum susu milkuat... :D

***

Setelah berjalan sekitar 15 menit, kami sampai di pos 2 untuk lapor pendakian. Karena rombongan kami berjumlah 22 orang kami disarankan ngcamp di pos 2, karena disamping jumlah kita banyak, diatas juga tidak ada dataran luas. Untuk menikmati Gunung Bongkok kamu hanya dikenai biaya Rp. 5.000 per-orang. Hari semakin sore, jadilah kami segera mendirikan tenda diiringi rintik hujan yang menggelitik. Kami memutuskan untuk muncak besok pagi lepas subuh.
Saung inilah tempat kita berkumpul (Makan, Sholat, Tidur)


Pagi - pagi sekali kami mulai mendaki. Berbekal makanan, minuman dan webbing. Pagi itu mendung dan gerimis, membuat jalan yang kami tapaki lembab dan licin.

Tek..tek..tek..
Setelah berjalan sekitar 20 menit, kami disuguhkan trek yang amat menguji adrenalin, treknya hampir semuanya batu. Tanjakan yang tadinya hanya beberapa derajat, mulai berganti tanjakan terjal yang harus menggunakan webbing. Kami naik bergantian dan ini pengalaman pertama saya climbing. Saya terus naik bermodal naluri dan atas izin-Nya.

Jalan terus menanjak, kiri kanan dihiasi bebatuan, bambu dan pohon besar yang menjadikan udaranya sangat sejuk. Beberapa kali saya berpapasan dengan pendaki lain dan kami harus bergantian melewati treknya. Meskipun lelah dan tangan kram, tapi saya menikmati perjalanan ini dengan rasa senang.

Beberapa menit kemudian, kami sampailah dipuncak tebing Gunung Bongkok. Ketika mata ini menyapu pemandangan disekitar, subhanAllah lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya. Diatas sana, kamu bisa lihat seluruh kota Purwakarta, waduk Cirata dan Jatiluhur. Puncaknya adalah tumpukan formasi batu besar yang tak beraturan.






Ohya~ untuk kamu yang ingin kesana, siap-siap berbekal webbing dan sarung tangan yah? Meskipun disana disediakan beberapa webbing dijalur, akan tetapi banyak jalur terjal yang akan kamu temui. Silahkan uji adneralin kamu dengan menjelajah Gunung Bongkok. Temukan tempat yang exsotic (climbing & hiking). Jadilah orang pertama yang menemukan panorama alam yang menakjubkan dan rasakan sensasinya. :D

Suatu hari nanti, saya ingin kembali kesini. Bukan hanya sekedar hiking atau refreshing tapi ingin sekali ikut serta dalam kegiatan konservasi alam. Mari bersama jaga dan lestarikan ekosistem alamnya. |"Jangan mengaku pencita alam kalau masih meninggalkan perintah pencipta alam" ;)




Rappeling bareng Tapak Kaki Adventure, Komunitas Petualang Patungan, JTN
"Jika tua dan kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"

Rabu, 04 Juni 2014

Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer *Episode 1


Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer
(dalam Perjalanan Pergi dan Pulang Puncak Papandayan 2.662 Mdpl)


Bismillahirrohmanirrohim...
Syukurku atas semua nikmat yang telah Allah berikan padaku, lewat alam nan indah dan penuh makna.

Terminal Guntur, Garut
Hari itu Sabtu 03 Mei 2014 kita akan melakukan pendakian kembali, perjalanan kali ini adalah Gunung Papandayan Garut. Kita ketemu hari jumat di Kp. Rambutan Jakarta jam9 malam, sedangkan yang berangkat dari Jatinangor sabtu pagi jam4. Awalnya kita berangkat ber-5 dari Jatinangor, namun 3orang dari mereka membatalkan karena berbagai alasan. Kak Dhio memutuskan untuk tidak berangkat karena sakit, hanya akan mengantar logistik yang kita sewa saja. Sesuai yang telah dipetuahkan, aku dan Desi harus sampai di Masjid Cileunyi jam4 pagi, yang nanti akan dijemput sama Bang Adhi, yang ternyata Bang Adhi berdua dengan Bang Junior, haha..lucu yaaa~ Bang Junior ini katanya baru gabung diajak Kak Dhio tapi bocahnya malah gak jadi ikut *anda belum beruntung, gosok lagi ya bang :D
Nunggu Kak Dhio dateng, kita sarapan dulu di warteg samping Masjid. Mengumpulkan stamina dan semangat untuk memulai pendakian. *tik..tok..tik..tok* jam sudah menunjukkan hampir jam6 pagi, tapi yang ditunggu belum terlihat bayangannya. Yaaaa... aku paling tidak suka menunggu, tapi bukan dalam menunggunya tapi ke-tidak pastian yang ditunggu. Barulah sekitar jam7 pagi sosok itu datang, *taraaaaaa....yang bawa logistik muncul dengan memasang muka menyedihkan dan menggigil, batal deh acara ngacak – ngacak dia. Hehehe~
Mulai lah perjalanan kita, tapi tetep sabarnya masih diuji. Bus yang akan membawa kita menuju terminal guntur Garut tidak ada, walhasil kita memutuskan untuk naik elp.. elppppp me, mobil nya goyang – goyang diiringi lagu dangdut, masih pagi broooh -.-\  Tapi semuanya terbayar lunas tuntas, ketika turun dari mobil senyum mereka yang ku lihat.
Ternyata kali ini lebih rame daripada rombongan ke manglayang, *salim dulu ah*

Karena rombongan kita berjumlah 20 orang, akhirnya kita nyarter 2 mobil, untuk menuju gerbang masuk Papandayan kita harus naik pickup. Dengan negosiasi alot yang dilakukan Mbak Mimi, Bang Yani dan Bang Odhoy jadilah kita nyarter pickup dengan harga Rp. 200.000 atau Rp. 20.000/ orang.

*Next



Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...