Minggu, 22 Februari 2015

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K
ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancur berantakan. Sebuah angan yang tak tercapai dan mimpi yang tak tergapaai oleh tangan – tangan ini. Cita – cita yang tinggi bahkan menembus mimpi. Terjatuh berulang kali, namun bangkit dan bangkit lagi untuk sebuah mimpi. Berjuang dalam hidup ini dengan pemikiran, hati, dan logika diri.

Tetapi hidup itu butuh mimpi, mimpi yang akan menunjukkan arah hidup kita. Walau prediksi mimpi itu belum tentu tepat, selagi mimpi itu sempurna maka bermimpilah setinggi – tinggi mungkin…! Tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita hanya untuk mencoba. Karena didalam mencoba disitu kita menemukan dan belajar membangun. Membangun sebuah kesempatan diri untuk berhasil.

Dan waktu mengubah semua hal kecuali kita.. Kita mungkin menua dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kitalah yang harus mengubah diri sendiri. Karena memiliki waktu itu tidak menjadikan kita kaya, tetapi. Menggunakannya dengan baik adalah sumber dari kekayaann. Dan mimpi pun belum tentu tercapai, karena yang mempunyai impian belum tentu bertindak. Dan mimpi itu tetap semu, jika tidak ada tindakan nyata. Ingatlah! Keberhasilan adalah berada didalam tindakan, bukan dialam angan-angan. Jangan pernah sekalipun takut bermimpi biarkanlah mimpi itu menuntunmu.

Buka matamu untuk melihat keindahannya, buka pikiranmu untuk melihat keajaiban. Dan buka hatimu untuk segala kemungkinannya. Entah apa hasil dari mimpimu itu. Yakinlah bahwa kamu sudah berusaha untuk perjuangkan mimpimu itu! Dan jadikan perjalanan untuk meraih mimpimu itu sebagai sebuah proses. Proses dimana kamu belajar menjadi bintang diantara banyak bintang.


Tuliskan dengan nyata seratus impianmu dalam secarik kertas hingga satu saat yang kamu lihat hanyalah "coretan". "coretan karena kamu telah berhasil mewujudkan mimpi - mimpimu.



@copyrigtvideoiqbal

Rabu, 07 Januari 2015

Ekspedisi Gunung Bongkok 1.700 MDPL


Bismillahirrohmanirrohim~
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”


Gunung Bongkok, Gunungnya Sejuta Batu


“Ikii ikut ke Gunung Bongkok gak tgl 4 Januari?” Pesan WhatsApp dari salah satu teman hiking. Akhirnya niat untuk menapak gunung kembali terkabul, kini giliran berekspedisi ke Gunung Bongkok Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Sabtu (3/01), jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, bergegas aku menaikkan carrier kemotor dan berangkat menuju Purwakarta. Sebenarnya sudah cukup lama penasaran sama gunung ini, terlihat gagah menantang dari kejauhan. Sesampainya, motorku dititipkan dipenitipan diparcom (parapatan combro) dan aku melanjutkan perjalanan bersama rombongan dari Ciganea Purwakarta menuju Plered dengan angkutan umum (tarifnya Rp. 8.000).

Sekitar pukul 13.00 kami tiba di Masjid Agung Plered untuk menunaikan sholat dzuhur dan repacking. Kami mencarter 2 mobil kijang (Rp. 10.000/orang) menuju Desa Cikandang Plered - Purwakarta.

Tak lama, sekitar pukul 14.30 kami sampai di Desa Cikandang, gerbang masuk menuju Gunung Bongkok :D
Di Desa Cikandang, Plered - Purwakarta

Setelah istirahat dan sholat asar, kami melanjutkan perjalanan.

Full team, siap bergerak!

Tu..wa..ga..pat, kami siap berangkat...
Tu..wa..ga..pat, kami anak - anak kuat...
Tu..wa..ga..pat, karna kami minum susu milkuat... :D

***

Setelah berjalan sekitar 15 menit, kami sampai di pos 2 untuk lapor pendakian. Karena rombongan kami berjumlah 22 orang kami disarankan ngcamp di pos 2, karena disamping jumlah kita banyak, diatas juga tidak ada dataran luas. Untuk menikmati Gunung Bongkok kamu hanya dikenai biaya Rp. 5.000 per-orang. Hari semakin sore, jadilah kami segera mendirikan tenda diiringi rintik hujan yang menggelitik. Kami memutuskan untuk muncak besok pagi lepas subuh.
Saung inilah tempat kita berkumpul (Makan, Sholat, Tidur)


Pagi - pagi sekali kami mulai mendaki. Berbekal makanan, minuman dan webbing. Pagi itu mendung dan gerimis, membuat jalan yang kami tapaki lembab dan licin.

Tek..tek..tek..
Setelah berjalan sekitar 20 menit, kami disuguhkan trek yang amat menguji adrenalin, treknya hampir semuanya batu. Tanjakan yang tadinya hanya beberapa derajat, mulai berganti tanjakan terjal yang harus menggunakan webbing. Kami naik bergantian dan ini pengalaman pertama saya climbing. Saya terus naik bermodal naluri dan atas izin-Nya.

Jalan terus menanjak, kiri kanan dihiasi bebatuan, bambu dan pohon besar yang menjadikan udaranya sangat sejuk. Beberapa kali saya berpapasan dengan pendaki lain dan kami harus bergantian melewati treknya. Meskipun lelah dan tangan kram, tapi saya menikmati perjalanan ini dengan rasa senang.

Beberapa menit kemudian, kami sampailah dipuncak tebing Gunung Bongkok. Ketika mata ini menyapu pemandangan disekitar, subhanAllah lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya. Diatas sana, kamu bisa lihat seluruh kota Purwakarta, waduk Cirata dan Jatiluhur. Puncaknya adalah tumpukan formasi batu besar yang tak beraturan.






Ohya~ untuk kamu yang ingin kesana, siap-siap berbekal webbing dan sarung tangan yah? Meskipun disana disediakan beberapa webbing dijalur, akan tetapi banyak jalur terjal yang akan kamu temui. Silahkan uji adneralin kamu dengan menjelajah Gunung Bongkok. Temukan tempat yang exsotic (climbing & hiking). Jadilah orang pertama yang menemukan panorama alam yang menakjubkan dan rasakan sensasinya. :D

Suatu hari nanti, saya ingin kembali kesini. Bukan hanya sekedar hiking atau refreshing tapi ingin sekali ikut serta dalam kegiatan konservasi alam. Mari bersama jaga dan lestarikan ekosistem alamnya. |"Jangan mengaku pencita alam kalau masih meninggalkan perintah pencipta alam" ;)




Rappeling bareng Tapak Kaki Adventure, Komunitas Petualang Patungan, JTN
"Jika tua dan kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...