Selasa, 10 Juni 2014

Hujan Di Langit Padjadjaran

Hari ini Tuhan mengirim sekerumunan air hujan untuk membasahi bumi Padjadjaran
Rintiknya sungguh berirama, menyanyikan melodi - melodi yang lara.
Desah anginnya, memeluk mesra dalam nuansa keheningan.
Gemuruhnya seperti tawa lepas kebahagiaan.

Aku slalu suka saat hujan datang.
Suka saat diri ini menari dibawah rintiknya.
Suka saat bunga - bunga bermekaran olehnya.
Suka saat pelangi pasti kan datang setelahnya.

Karena Hujan adalah Harapan, bagi mereka dalam penghujung keputas asaan.
Hujan adalah Kebahagiaan, bagi mereka yang selalu sabar dalam ujian.
...dan Hujan adalah waktu terbaik dalam penghambaan.
karena tiap-tiap bait doa kan menguap dan menembus dinding - dinding langit, mengikat kemudian Allah kabulkan.

Hujan begitu banyak hikmah dalam setiap kedatanganmu.

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira." [Qs. Arrum: 48]



Minggu, 08 Juni 2014

JATUH CINTA DIAM – DIAM


 Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa mendoakan.
Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang jatuh cinta diam – diam pada akhirnya menerima.
Orang yang jatuh cinta diam – diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.
Terkadang apa yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa, seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.

Karena dalam diamku menyimpan kekuatan harapan hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata. Bukankah Allah tidak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya?
Dan jika memang “cinta dalam diamku” itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam.
Jika dia bukan milikku, toh Allah melalui waktu akan menghapus “cinta dalam diamku” itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.
Biarlah “cinta dalam diamku” itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatiku menjadi rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hatiku..
foto dari google
  Ruang Rindu, 07 Juni 2014

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...