Rabu, 04 Juni 2014

Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer *Episode 9


Tak sabar, menanti esok hari agar hilanglah semua dingin ini. Nyatanya tak perlu ke korea untuk bisa merasakan nafas berembun :p
Pagi pun datang~
Mari bersiap menjemput sunrise, dan aku tidak bisa tidak terpesona dengan pemandangan ini, subhana Allah. “Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang”. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

sunrise pondok saladah
 
Alhamdulillah.. menjejakkan kaki sampai sejauh ini

Hutan mati

(masih) hutan mati




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...