| pendakian menuju pondok saladah |
Disini
aku baru mengerti dengan penjelasan semalam, tersadar jika selama ini aku
selalu dikelilingi oleh orang – orang yang baik dan menyayangi. Terimakasih Nadhiraaaaah, aku akan baik – baik saja
Allah bersamaku. “Berkawanlah dengan seorang sahabat yang membuat kita makin
dekat dengan Allah dan makin menambah sifat baik dan keimanan kita”. Nanti
dilain episode aku akan menceritakan sosok Nadhirah
ini. *oke lanjuuuuuuttt
Dalam
pendakian ini, banyak sekali ku lihat batu tercoret oleh tangan – tangan yang
tak bertanggungjawab, tumbuhan yang rusak, sampah yang berserakahan, dan lain
sebagainya. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia” dan ketika bencana alam melanda sebenarnya “Allah
menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar
mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Katanya pecinta alam kok masih ngerusak
alam, hemm.. “Maka nikmat Tuhanmu yang
manakah yang kamu dustakan?”
Sepanjang
pendakian banyak orang terheran – heran
dengan kostum ‘aneh’ yang aku pakai saat mendaki. Mbak Mimi pernah nanya “Iki sering naik gunung pake rok ya?” aku cuma
senyum semanis mungkin, semanis gula 1kg :D. Iya sering (sering pake roknya).
Dan beberapa orang yang bertanya hal yang sama, hanya bisa ku jawab dengan
senyuman.
| air terjun dadakan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar