Rabu, 04 Juni 2014

Mengumpulkan Hikmah yang Tercecer *Episode 5


Sebelum memulai pendakian sebagian dari kami istirahat makan siang, dan melakukan aktivitasnya masing–masing seperti ke toilet, sholat, dan foto–foto, packing ulang barang–barang dan lain sebagainya. Seperti biasa sebelum memulai pendakian kita foto–foto dulu dan berdoa, mengharap akan ridho Tuhan untuk menjaga dan melindungi kami dari segala mara bahaya. Bismillahirrohmanirrohim.. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu kemuliaan”
foto sebelum pendakian
 
Dimulailah petualangan kita, *wuuuusssss
Sepanjang perjalanan ternyata aku lebih suka untuk fokus berjalan didepan karena bisa menunggu sambil sesekali mengistirahatkan kaki, menikmati lebih lama perjalanan, dan tidak banyak energi yang terkuras. Hehe..
Malamnya sebelum aku pergi ke Papandayan, aku ditahan dan diceramahin panjang kali lebar sama dengan luas oleh Nadhirah sahabatku yang selalu menghawatirkan selalu apa yang aku lakukan termasuk dengan hobby baruku, naik gunung -.-\. Awalnya aku tidak diperbolehkannya untuk ikut dalam rombongan ini, “ntar sapa yang mau jaga kamu disana kii, udah nanti aja bareng sama gue”. Kan ada Allah yang slalu ngejagain aku siang dan malam, jawabku *lalu dicubit :p. “Papandayan itu landay tapi jaraknya cukup jauh, dan disana itu dingin, gue tau lo gak bisa banget kena dingin. Gue gak mau lo nanti ditinggalin karena kecapean atau sakit” wejangan menambah durasi karena dia tau aku lagi “halangan” dan belum olahraga. *Cuma manggut-manggut*
Dasarnya master Geologi, semua dijelasin secara rinci semua lempengan batu dan belerang dan bla..blaa..bla.. yang dijelasinnya iya..iya aja padahal yang nyangkut cuma beberapa kalimat saja :D. Dengan semua jurus mencoba meluluhkan hatinya untuk mengizinkan aku pergi, agar aku belajar, belajar dengan alam. Belajar memahami diri sendiri. Belajar ketika sejauh mana aku pergi, aku harus merindukan untuk pulang. Akhirnya semua jurus itu tidak sia – sia, aku diizinkan pergi dengan kucuran doa yang tiada henti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untukmu, Para Pengejar Mimpi

K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...