Hari ini Tuhan mengirim sekerumunan air hujan untuk membasahi bumi Padjadjaran
Rintiknya sungguh berirama, menyanyikan melodi - melodi yang lara.
Desah anginnya, memeluk mesra dalam nuansa keheningan.
Gemuruhnya seperti tawa lepas kebahagiaan.
Aku slalu suka saat hujan datang.
Suka saat diri ini menari dibawah rintiknya.
Suka saat bunga - bunga bermekaran olehnya.
Suka saat pelangi pasti kan datang setelahnya.
Karena Hujan adalah Harapan, bagi mereka dalam penghujung keputas asaan.
Hujan adalah Kebahagiaan, bagi mereka yang selalu sabar dalam ujian.
...dan Hujan adalah waktu terbaik dalam penghambaan.
karena tiap-tiap bait doa kan menguap dan menembus dinding - dinding langit, mengikat kemudian Allah kabulkan.
Hujan begitu banyak hikmah dalam setiap kedatanganmu.
"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan
Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan
menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari
celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya
yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira." [Qs. Arrum: 48]
Selasa, 10 Juni 2014
Minggu, 08 Juni 2014
JATUH CINTA DIAM – DIAM
Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam – diam hanya
bisa mendoakan.
Mereka Cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap,
pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga
makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang jatuh cinta diam – diam pada akhirnya menerima.
Orang yang jatuh cinta diam – diam paham bahwa kenyataan
terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.
Terkadang apa yang kita
inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang
kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa, seperti
yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.
Karena
dalam diamku menyimpan kekuatan harapan hingga mungkin saja Allah akan membuat
harapan itu menjadi nyata. Bukankah Allah tidak pernah memutuskan harapan hamba
yang berharap pada-Nya?
Dan
jika memang “cinta dalam diamku” itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara
di dunia nyata, biarkan ia tetap diam.
Jika
dia bukan milikku, toh Allah melalui waktu akan menghapus “cinta dalam diamku”
itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.
Biarlah
“cinta dalam diamku” itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatiku menjadi
rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hatiku..
| foto dari google |
Ruang Rindu, 07 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
Untukmu, Para Pengejar Mimpi
K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...
-
Hari ini Tuhan mengirim sekerumunan air hujan untuk membasahi bumi Padjadjaran Rintiknya sungguh berirama, menyanyikan melodi - melodi yang...
-
Tetiba dipelataran, sejenak ku tengadahkan wajah ini, menyapu semua keindahan yang tel...
-
K ehidupan itu sulit untuk diprediksi. Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat terkadang bisa cacat, atau bahkan hancu...
